Kubah Masjid Merah

Kubah Masjid Merah

Dalam perkembangannya, banyak yang percaya bahwa kubah masjid adalah warisan asli budaya Islam. Dari sudut pandang sejarah, kubah digunakan tidak hanya untuk membangun masjid, tetapi juga untuk bangunan non-Islam atau tempat ibadah. Contohnya adalah Gedung Putih di Amerika, Katedral St. Basil di Rusia, dan St. Basilica. Pietro di Vatikan.
Sejarah kubah awalnya digunakan di Mesopotamia, yang diperkirakan berusia sekitar 6000 tahun. Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Efrat dan Tigris. Wilayah tersebut saat ini berada di Irak. Karena Mesopotamia berarti “antara sungai” dalam bahasa Yunani.

Tetapi dikatakan juga bahwa kubah itu dibangun sekitar 100 Masehi selama Kekaisaran Romawi.

Kubah masjid merah itu digunakan, diketahui bahwa kubah itu mulai berkembang pesat pada zaman Kristen awal. Struktur dan kubah waktu itu tidak terlalu besar, seperti di istana Santa Costanza di Roma. Selama era Bizantium, Kaisar Justinianus mulai membangun kubah kuno yang megah. Kubah digunakan di gedung Hagia Sophia di Konstantinopel (sekarang Turki). Hari ini Aya Sobia mengubah pekerjaannya dari gereja ke masjid dan sekarang telah diubah menjadi museum. Ini bukti nyata bahwa kubah itu bukan hanya bagian dari peradaban Islam.

Hingga saat ini pembangunan kubah-kubah sangat pesat di seluruh dunia untuk mejadikan ciri khas masjid-masjid, bahkan para perusahaan pun mulai meramikan pembangunan kubah tersebut dan mereka berdiri di bawah PD,CV dan PT. mereka berlomba lomba untuk membangun serta mendesain kubah secara unik, bagus dan mengedepankan kekuatan kubah tersebut.